apakah kita sudah merdeka
Adakalanya, saat mengenang perayaan-perayaan tersebut, hati ini selalu terselip sebuah tanya yang muncul “Apakah kita sudah benar-benar merdeka?” Foto hanya pemanis. Stok lama yang dibongkar-bangkir (Saat di puncak sejati Gunung Raung-2018).
IHTWORKSHOP KURIKULUM MERDEKA BELAJAR. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Minta Guru Persiapkan Diri Hadapi Tahun Pelajaran 2022/2023. BUKITTINGGI – SMK Negeri 2 Bukittinggi menggelar In House Training (IHT)/Workshop Kurikulum Merdeka Belajar dalam menghadapi Tahun Pelajaran 2022/2023.
Pagipagi saya sudah dapat posting yang bertanya apakah kita sudah merdeka jika perusahaan-perusahaan tambang dikuasai oleh perusahaan asing seperti Freeport, Chevron, Shell, dll. Katanya yang kita kuasai hanyalah Tarik Tambang. Mungkin posting ini maunya sekedar gurauan. Tapi saya melihat ada kesalahan entah disengaja atau tidak di balik
Dalamperpres itu dijelaskan bahwa pada 2045 Indonesia sudah harus menjadi Indonesia emas yakni negara yang bersatu, maju, adil, dan makmur. "Merdekanya dilewatkan karena sudah merdeka tetapi (sekarang) belum maju, belum betul-betul bersatu, belum betul-betul adil, makmur apalagi," kata dia. Pada tahun 2045, kata Mahfud, Pemerintah telah
Untukitulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami. Selain itu, terdapat beberapa konsep khusus yang menjadi ciri dari kurikulum merdeka belajar, seperti berikut ini: Asesmen Kompetensi Minimum
Rencontre Femme De Meknes Sans Inscription. Teater Apakah Kita Sudah Merdeka ini digarapkan melalui naskah-naskah karya Putu Wijaya, seorang penulis drama, novel dan cerpen dari Indonesia yang sangat diangkat di tempatnya. Naskah-naskah yang akan diangkat pada teater kali ini adalah monolog “Demokrasi” dan “Merdeka”. Demokrasi mengisahkan tentang sebuah kampong yang dilanda musibah apabila tanah kampong mereka telah dirampas untuk pembangunan. Dek kerana ditindas, penduduk kampong telah mengambil keputusan untuk melakukan sebuah demonstrasi dan bantahan terhadap rampasan tanah tersebut. Namun pada akhirnya, demonstrasi mereka mengalami jalan buntu setelah ketua mereka telah menghilangkan diri dan meninggalkan mereka tergapai-gapai di dalam perjuangan mereka. Naskah Demokrasi ini menurut Tya Setiawati merupakan kritik Putu Wijaya dalam menyikapi persoalan demokrasi di Indonesia. Katanya lagi, “demokrasi hanyalah sebuah jargon atas nama kepentingan oleh segelintir orang yang berkuasa, ambisius, dan hipokrit, demokrasi menjadi sebuah kata yang dekat dengan politik konspirasi. Kata demokrasi dalam perspektif Putu Wijaya hanyalah sebuah wacana belaka, tidak ada implementasi yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Demokrasi yang diagung-agungkan sebagai pondasi dalam melihat kepentingan rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat kemudian mampu dibayar dengan uang dan kekuasaan. Siapa yang terpedaya dengan uang dan kekuasaan atas nama demokrasi, maka demokrasi tidak ada gunanya lagi dalam kehidupan, demokrasi sudah mati karena kita sendiri yang telah membunuh kata demokrasi tersebut.” Merdeka pula mengisahkan tentang seorang pejuang kemerdekaan yang berbangga dengan hasil titik peluhnya sehingga mewujudkan sebuah negara yang merdeka. Namun begitu, persoalan daripada cucunya telah membuatkan dirinya marah kerana telah memperlekehkan perjuangannya selama ini. Cucunya yang masih berada di bangku sekolah dan telah mula terdedah dengan akhbar-akhbar alternatif mula mempersoalkan erti kemerdekaan itu sendiri. Percubaan demi percubaan telah membawa pejuang ini kepada kata putus pengertian apa itu merdeka sebenar kepada cucunya. Cabaran pementasan Felix Agustus, pengarah teater apabila ditanya tentang cabaran utama persembahan teater kali ini adalah pada langkah mendapatkan pelepasan untuk mementaskan persembahan ini disebabkan terdapat beberapa proses penapisan dalam berkarya di Malaysia hari ini. Kata beliau juga, pada asalnya pelakon yang cuba dibawakan adalah dari Indonesia namun terdapat beberapa kekangan yang dihadapi. Namun begitu, karakter yang ada pada hari ini senang dibentuk kerana mereka sendiri berpengalaman mengalami perkara ini. Oleh itu, ianya banyak membantu mengembangkan pergerakan cerita, tambah Felix. Pementasan ini dimainkan oleh Suhail Wan Azahar, seorang aktivis Mahasiswa, dan Nik Aqil, seorang anak muda yang berjiwa besar. Pementasan kali ini akan dicorakkan mengikut nuansa Malaysia, dengan penggunaan bahasa yang lebih baku, tetapi tetap dengan gaya yang akan dicorakkan oleh aktor. Teater Merdeka arahan Felix Agustus dibawah Lautre Club ini akan dipersembahkan pada 7-10 September 2017 nanti di Blackbox 1, TempatKita, North Concourse, Quill City Mall Kuala Lumpur. Tiket boleh didapatkan pada harga RM15 di talian 013-2790191. Sebarkan. Ayuh sokong, seni cerminan masyarakat!
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sorak sorai saling bersahutanMengiringi setiap jengkal Yang bergerak maju tiada gentar Menyingsingkan lengan Mengepalkan tangan meninju langit Berteriak lantang Menyerukan kebebasan Wahai bung dan nona sekalian Di tengah sayup-sayup kemerdekaan iniPernahkah terlintas di pikiran kalianBagaimana kemerdekaan yang sejati itu ? 1 2 3 4 5 Lihat Puisi Selengkapnya
Merdeka! Sudah 71 tahun negara kita terlepas dari belenggu penjajahan dan menjadi negara yang berdikari berdiri di atas kaki sendiri, red. Sudah tentu momen bersejarah ini dirayakan dengan penuh suka cita oleh seluruh rakyat melalui berbagai acara seperti perlombaan, pawai, upacara bendera, event diskon, dll. Tapi pernahkan kita berpikir apa sebenarnya makna dibalik hari kemerdekaan Indonesia dan bagaimana negara kita bisa merdeka seperti sekarang? Teman-teman yang sudah belajar sejarah pasti menjawab kemerdekaan adalah hasil dari perjuangan bersama para pahlawan, tokoh masyarakat, dan segenap rakyat tanah air. Apakah hanya sampai begitu lalu negara kita menjadi merdeka? Mereka, orang-orang Indonesia yang berkorban jiwa raga untuk kemerdekaan Indonesia, mesti memerdekakan diri dari rasa takut memegang senjata di medan perang, takut mati, takut kalah oleh pasukan musuh, takut negara kita nggak jadi merdeka. Mereka memerdekakan diri untuk berjuang menempuh cita-cita menghapuskan penjajahan dari negeri ini selama-lamanya sampai titik darah penghabisan. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah di negara yang merdeka ini kita masih terbelenggu sesuatu sehingga masih jauh dari kata merdeka? Jika iya, berikut adalah sebab-sebab dari hal tersebut 1. KemalasanSadar atau nggak, kita semua nggak pernah terhindar dari yang namanya rasa malas. Syukur sih kalau bisa menstimulasi diri sendiri untuk bangkit dan berjuang melawan si malas, tapi yang nurutin kan juga nggak sedikit jumlahnya. Bahkan ada beberapa jenis kemalasan yang udah jadi tren, sebut saja mager malas gerak, malas kerja, malas bikin tugas, malas masuk kelas. Ayo ngaku kalian pernah kan kayak gitu?Memiliki pikiran negatif atau tidak adanya motivasi dalam diri seseorang adalah penyebab seseorang merasa malas bahkan sebelum hal tersebut belum benar-benar dimulai. Namun, nggak jarang juga lingkungan yang malas membuat kita ikut menjadi malas. Oleh karena itu, salah satu cara untuk melawan kemalasan adalah merubah kebiasaan dan pola pikir negatif yang mendatangkan perasaan tersebut. Jadi jangan bilang ya kalau kemalasan nggak bisa Pikiran NegatifInilah akar dari segala akar mengapa manusia bisa melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Pikiran negatif sedikit banyak adalah penyebab dari penyakit yang menggerogoti tubuh manusia. Masyarakat modern memiliki tuntutan pekerjaan dan target yang tinggi sehingga lebih rentan terhadap berbagai masalah psikis dan nggak sedikit juga yang berakhir ada pikiran negatif dalam diri kita, ada baiknya untuk nggak terlalu diambil hati. Tarik napas dalam-dalam, banyak-banyak mengingat nama-Nya, ikhlaskan hal-hal buruk yang pernah terjadi, istirahatlah jika perlu. Lihatlah sisi baik yang ada dalam diri kita, jangan lupa untuk selalu berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam diri kita. Hidup ini terlalu indah untuk men-judge diri sendiri dan orang Bisikan SetanBukan berarti benar-benar ada setan lagi berbisik di telinga kita. Kita nggak pernah sadar kalau kita udah ngikutin bisikan setan sampai datanglah masanya merenung atau introspeksi ingat baik-baik berapa kali kita ngasih dan minta sontekan sama teman, malas ibadah, berbohong, jahilin teman buat sekadar asyik-asyikan, ngegosipin berita yang belum tentu kebenarannya. Masih mau ngelak kalau kita nggak pernah terpengaruh setan?4. UtangPaling nggak kita punya satu utang seumur hidup, mulai dari utang uang, qadha puasa, bahkan sampai utang budi juga ada. Kapan mau dilunasin? Jangan ditunda-tunda ya, apalagi sampai ditagihin terus sama yang punya utang 🙂5. MantanPaling tidak, kini sudah saatnya kamu untuk bangkit dari kenangan bersama si doi saat dulu melaju melangkah. “ “Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.” ”
Siapa sih yang tak kenal negara Indonesia? Pastinya semua orang tahu akan negara yang sangat luas nan indah ini. Sebuah negara yang besar adalah negara yang memiliki keragaman suku, budaya dan bahasa. Tentunya selain hal di atas negara Indonesia juga memiliki sejarah yang tak sedikit. Baiklah pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi kepada anda mengenai kemerdekaan Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. sumber Indonesia, terdiri dari beribu gugusan kepulauan, suku, bahasa, dan ras yang hidup berdampingan dengan harmonis menyatu menjadi satu kesatuan negeri dengan berjuta daya tarik yang menjadi perhatian dunia. Kemampuan para pendahulu atau leluhur menyatukan keragaman suku, ras, dan bahasa menjadi satu kesatuan Indonesia tentunya melewati begitu banyak tantangan dan hambatan. Sebelum generasi muda saat ini menemukan Indonesia memiliki satu bangsa, satu, bahasa dan satu tanah air, jauh sebelumnya negeri yang disebut Indonesia sekarang ini adalah gugusan kepulauan yang terpecah belah dengan bahasa dan pemerintahan yang berbeda. Bahkan kerajaan-kerajaan yang dahulunya menguasai tanah Indonesia saling berebut kekuasaan dan terpecah belah. Kondisi dimana setiap kerajaan saling berebut kekuasaan itulah yang memberikan celah bagi penguasa asing untuk masuk dan berusaha mengambil alih kendali atas Indonesia. Hal tersebut sangat terasa ketika Indonesia selama beratus-ratus tahun berada di bawah tangan koloni dimana seluruh sumber daya alam dan manusia di eksploitasi secara besar-besaran. Meraih Kemerdekaan Masa penjajahan panjang yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia tentunya membangkitkan jiwa nasionalisme dan keinginan untuk terbebas dari penjajahan tersebut. Hingga akhirnya para pahlawan tanah air kita berinisiasi merebut kembali hak masyarakat Indonesia yakni hak penuh atas tanah air tercinta. Hak hidup damai, sejahtera dan aman diatas tanah leluhur yakni tanah air Indonesia. Proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945 menjadi hari yang bersejarah Indonesia, hari kemerdekaan Indonesia. Dimana kala itu dari Sabang sampai Merauke, dari pohon, tanah, air, udara, serta masyarakatnya tidak lagi di bawah kendali pihak asing. Indonesia telah merdeka, penderitaan rakyat kini telah usai, Indonesia terlahir menjadi negarayang merdeka berdaulat, berpotensi, subur, dan makmur. Makna kemerdekaan Indonesia Kemerdekaan bagi rakyat Indonesia bukanlah semata terbebas dari penjajahan yang beratus tahun lamanya menggerogoti kekayaan Indonesia. Kemerdekaan bagi masyarakat Indonesia yang sesungguhnya adalah bagaimana setiap suku, ras, dan bangsa yang di Indonesia bisa hidup sejahtera, berdampingan, saling merangkul, tanpa ada yang saling menjatuhkan satu sama lain. Bagaimana seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati hak dan menjalankan kewajiban mereka dengan penuh suka cita tanpa adanya hambatan maupun paksaan dari pihak manapun. Bagaimana seluruh masyarakat Indonesia bebas menikmati dan memanfaatkan seluruh kekayaan alam Indonesia kemudian mengelolanya secara bersama demi kesejahteraan bersama. Apakah Benar Sudah Merdeka? Faktanya, ada satu kemerdekaan yang sampai saat ini belum didapatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Kemerdekaan berupa terbebas dari kemiskinan, kesengsaraan dan kebodohan. Ironi ketika Indonesia memiliki kekayaan alam yang tak terbatas namun rakyatnya sendiri tidak bisa menikmati semua itu. Bahkan pihak lain lah yang justru lebih merdeka menikmati kekayaan alam Indonesia. Yang paling ironi adalah ketika pemerintah menyerukan pendidikan gratis, namun faktanya masih banyak anak-anak Indonesia, yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa, tidak memiliki akses dan kesempatan bersekolah. Lantas kemerdekaan apa yang hendak dituju apabila hak dan kemerdekaan rakyat tidak terwujud?. Hal tersebut membuktikan bahwa meski Indonesia telah merdeka, namun tidak semua masyarakat Indoenisa bisa menikmati kemerdekaan. Tentunya hal tersebut menjadi tugas generasi selanjutnya dalam mewujudkan kemerdekaan tidak hanya bagi sebagian masyarakat Indonesia saja, tapi mewujudkan kemederkaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Peringatan Kemerdekaan Indonesia Jika dahulu pemuda Indonesia bersatu padu menyatukan pemikiran, tenaga, dan hati mereka untuk menyelamatkan tanah leluhur, kini pemuda sebagai generasi Indonesia saat ini sangat beruntung karena dengan leluasa bisa menikmati kemerdekaan dan kebebasan. Hal tersebut justru membuat jiwa patriotisme pemuda Indonesia mulai luntur, bahkan perlahan akan sirna. Pemuda Indonesia saat ini tidak lagi harus memikirkan strategi bagaimana mengusir penjajah, merebut tanah air peninggalan leluhur, dan memerdekakan Indonesia dari tangan asing yang seharusnya tidak ikut campur atas Indonesia. Namun pemuda Indonesia saat ini memiliki satu tugas dan peran yang harus dilakukan, yakni menjaga agar Indonesia tetap menjadi negara merdeka dan bersatu. Sesuai dengan cita-cita leluhur kita terdahulu yang tercantum dalam Undang-undang dasar tahun 1945 yang terdiri dari beberapa point yakni berkehidupan kebangsaan yang bebas, membentuk pemerintahan Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, berdaulat adil dan makmur, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Cita-cita tersebutlah yang seharusnya diwujudkan oleh generasi Indonesia saat ini. namun faktanya, pemuda Indonesia saat ini justru acuh dengan amanah para pahlawan yang telah gugur membela tanah air. Bahkan sebagian pemuda Indonesia saat ini tidak mengetahui cita-cita Indonesia. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman generasi muda tentang perjuangan dalam membela tanah air. Patriotisme pemuda Indonesia kini tidak terasa terlalu melekat pada jiwa generasi saat ini. masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih membanggakan negara lain, terutama ketika lebih mendukung produk negara lain daripada produk dalam negeri. Padahal mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut memberi peluang bagi negara lain untuk menjajah Indonesia dengan cara yang lebih halus. Cara penjajahan halus yang dimaksud yakni dengan yakni menghilangkan patriotisme dan ideologi dari pemikiran generasi muda. Untuk itulah mengapa pemuda saat ini terus diberikan pengertian dan pemahaman terkait perjuangan rakyat Indonesia dahulunya. Peringatan hari kemerdekaan Indonesia merupakan momen yang paling tepat untuk membangkitkan kembali jiwa patriotisme pemuda Indonesia. Semarak dan euphoria dari perayaan peringatan hari kemerdekaan yang berpetapan pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya menjadi media atau sarana yang paling tepat dan paling ampuh membendung persatuan pemuda. Banyak acara dengan tema edukasi maupun hiburan yang diselenggarakan untuk memeriahkan perayaan hari kemerdekaan dimana terselip tiap acara diselipkan semangat patriot. Kesimpulan Sebagai generasi bangsa kita wajib mempertahankan kemerdekaan yang telah susah payah diperjuangkan oleh pahlawan. Tentunya kita juga harus waspada terhadap semua penjajahan yang dilakukan oleh negara asing. Seperti saat ini kita ketahui bahwasannya kita sedang dijajah melalui teknologi dan ekonomi. Banyak konten yang dimuat dalam internet yang jelas tidak baik untuk para generasi penerus bangsa, sperti konten por**grafi, judi dsb. Dari segi ekonomi juga tak kalah menghawatirkan justrus banyak perusahaan-perusahaan luar negri yang berjaya di negeri ini. Maka bangkitlah pemuda-pemudi indonesia, lakukan sesuatu untuk negeri ini walaupun dari hal kecil.
Sandiaga di Depok. ©2018 Fauziah - Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengakui dengan Partai Keadilan Sejahtera PKS merupakan teman lama. Sandiaga mengaku sudah menjalin hubungan sejak tujuh tahun lalu membahas pelbagai hal khususnya ekonomi dengan PKS. "Kalau dengan teman-teman PKS saya sebagai kawan lama yang sudah berjuang tujuh tahun mengajak PKS ikut ke dalam pemikiran ini, bagaimana kita fokus di bidang ekonomi," kata Sandiaga kepada wartawan di gedung Parlemen, Jakarta, Jumat 9/6. Selama berteman, Sandiaga mengungkapkan PKS memiliki beberapa catatan koreksi mengenai pembangunan ekonomi syariah maupun penanganan hukum yang dari 2 halaman Komunikasi Lancar Catatan-catatan dari PKS itu juga menurut Sandiaga termasuk agenda keumatan dan kebangsaan yang dapat dilakukan secara bersama. "Menjalankan Indonesia ini kita tidak bisa terbelah-belah, kita harus bersatu padu karena waktunya sangat sempit, cuma 13-15 tahun ke depan. Bonus demografi ini harus kita pastikan di mana kita menghimpun semua kekuatan bangsa membangun Indonesia," ujar Sandiaga. Sandiaga menambahkan, selama berhubungan tujuh tahun, komunikasi dengan elit PKS seperti Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Akhmad Syaikhu berjalan dengan baik. Sandiaga mengatakan, komunikasi yang dilakukan dengan PKS, selama ini selalu terbuka, tidak ada yang di belakang layar. "Jadi, kita ingin semua sama-sama memikirkan gimana percepatan pembangunan ini bisa kita wujudkan dan gimana diskursus tentang ekonomi dengan pendekatan yang konkret yang ada di lapangan, ini jadi pembahasan utama dari pemilihan capres dan cawapres kita di 2024," pungkasnya. Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di [gil]Baca jugaSandiaga soal Masuk Radar Cawapres Ganjar Saya Merasa TerhormatSandiaga Akui Sedang 'Dipelonco' PPP Mudah-Mudahan Enggak Jomblo LagiPPP Jamin akan Ada Tempat Terhormat untuk Sandi Jika BergabungPPP Ungkap Alasan Sandiaga Belum BergabungIni Isi Pertemuan Menag Yaqut dengan Ganjar, Sandiaga, dan Erick Thohir
apakah kita sudah merdeka